Aku dulahirkan dengan kondisi yang membuatku mengenakan kaki palsu, aku mendapat kaki palsu pertamaku saat aku berumur 8 tahun, belum lagi jari-jari ditangan kiriku saling menempel. aku harus oprasi untuk memisahkan jari-jari tanganku, dan hasilnya, aku hanya memiliki delapan jari tangan, tetapi jangan berpikir seseorang yang yang tidak memiliki kaki normal dan hanya memiliki tiga jari disalah satu tangannya harus sekolah disekolah luarbiasa itu tidak terjadi kepadaku.
Pada awalnya, memang sulit bermain skate aku berulang kali jatuh. tapi aku menyukai saat sedang bermain skate aku merasa dapat bergerak secepat anak-anak lari, jadi aku tetap berlatih dan belajar untuk bangkit, segera aku berhasil menguasai dan bergerak lebih cepat, lalu ketika teman-temanku sedang berlomba lari, aku mengenakan sepasang rollerblade ku dan meluncur mendahului mereja, menang atau jalah sejarang dapat mengimbangi kecepatan mereka.
karena skate sudah menjadi kegemaranku, aku mendaftarkan diri ke tim hoki roller lokal dan kemudian ke tim hoki es. aku bermaiun hoki selama satu tahun.
setelah sekiaan lama bergabung aku pikir aku hanya akan ber skate menuju gawang dan menembakan bola hoki, tetapi tidak semudah itu kubayangkan. aku tidak dapat membuat satu gol punsepanjang musim itu.
maka aku berlatih lebih keras dijea wajtu antar musim itudan tahun berikutnya aku mendaftarkan diri lagi, saat percobaan aku masuk ke dalam kelas umur lebih tua, sekarang masalahnya, anak-anak yang lebih tua bertubuh besar dan mereka membuatku kewalahan. mereka fengan mudah merebut bola dariku, sejak awal pemainan, aku tak dapat berbuat apa-apa, aku jadi berpikir, bukankah kami satu tim ? kejadiaan itu membuatku menyerah, dan tidaak datang lagi dipertandingan berikutnya,tetapi orang tua dan adiku menyemangatiku.
dihari berikutnya dimenit-menit terakhir tim kami mengalami kekalahan. skor 5-4 untuk tim lawan.aku sedang bermain diposisi sayap kanan, akhirnya ada yang mengoper bola kepadaku, dan aku harus menembaknya ke gawang, waktu terasa berjalan lambat bagiku, aku melihat bola itu maju terus kegawang, hingga aku mendengar suara alarm tanda gol berbunyi, gol ku membuat angka kami berimbang, saat anggota tim mendatangiku dengan penuh kebahagiaan, aku menyadari bahwa aju dapat bermain dengan baik dicabang ini, dan gol itu beawal dari gol-gol lainya.
sekarang diumur tiga belas tahun aku telah bermain di tiga pertandingan all-star hoki es dan hoki roller. aku bermain dengan orang normal biasaa, aku tidak ingat berapa gol yang aku cetak, aku juga bermain di American Amputee Hockey Assosiation, kami bermain diseluruh negri, dan coba pikir aku begini karena sebuah gol, dan seseorang yang membuatkanku kaki palsu yang bernama eric.
sebelumnya kaki plsuku tidak memiliki pergelangan yang lentur, tetapi eric memikirkan supaya pergelangan kaki palsuku lentur, dan akhirnya erik berhasil dan aku pun sangat senang karna nyaman sekali menggunakannya.
mungkin orang-orang tidak tahu ketika aku mengenakan pakaian holi, tetapi setelah pertandingan berakhir, aku beranikan menyopot kaki palsu ku, dan penonton hnya bisa terdiam membisu melihat keadaanku, tak lama kemudian gemuruh tepuk tangan menghiasi lapangan hoki, semua orang turun dan menyalamiku,, aku seakan menjadi bintang,
When you put all your heart to pursue dreams, no request is too much
Tidak ada komentar:
Posting Komentar