link href=' ' rel='shortcut icon'/> kumpulan cerita motivasi
Motivasi adalah faktor pendukung dari keberhasilan sebuah cita-citamu, kita dapat memetik hikmah dari apa yang telah kita baca dari sebuah perjalanan masa lalu,

Senin, 24 Oktober 2011

Breaks through a wall

Aku besar dikota kecil di New Jersey. Tempat ku sangat membosankan dan terasa bagai penjara. kehidupan keluargaku adalah, ayah bekerja, ibu pun bekerja, dan anak-anak bersekolah. orang tuaku tidak memiliki uang untuk membeli benda-benda yang kuinginkan, dan kami tidak memiliki waktu untuk berkumpul bersama, kecuali waktu makan. satu-0satunya kegiaatan yank tidak membutuhkan biaya dan waktu tambahan.
    Sepanjang waktu aku selalu bosan dan frustasi demgam keadaan ini, rasanya apa yang kuinginkan selalu membentur tembok, aku hanya bisa terkurung dalam keadaan ini tidak ada yang bisa menolong ku.
    Lalu aku masuk sekolah menengah, bertemu anak-anak memakai obat, dan para pecandu alkohol. karena aku tidak tertarik dengan benda-benda seperti itu aku jadi tersisihkan oleh mereka, aku benar-benar kesepian, rasanya aku bosan didunia ini, aku benci dunia ini
    Aku mulai menjelajahi jalanan, membuat kekacauan, aku berkelahi dengan orang yang lebih dewasa, dengan preman-preman. Aku menjadi terkenal dengan kegilaan ku ini. aku menerima semua tantangan. Jika seseorang berkata kepada ku, "Benturkan kepalamu kebatu in ini mka akan ku byar lima dolar", akupun akan melakukannya.
    Mungkin, jika aku terus berkelakuan seperti ini mungkin hidupku kan berakhir dipenjara. tetapi sesuatu merubah jalan hidupku, aku tiba-tiba tertarik dengagaya musik funk rock, aku pun bergaya seperti mereka, ketika aku beranghkat sekolah, anak-anak funk sungguhan bencegatku
"Hei, Kamu anak funk yach ?"
"ya, aku anak funk"
"oh ya ? band apa yuang kamu suka?"
aku tidak tahu band funk
"kamu suka band mana?" aku tidak tahu perbedaan band ini/itu, hingga mataku melihat logo-logo di t-shirt mereka,
"dead kennedys"
kupikir aku tlah berhasil mengelabui mereka, Namun mereka tidak sebodoh yang kukira,
"jangan lihat kaos kami tolol, kamu tidak tahu apa-apa tentang funk kan ?"
mati kutu, mau bagai mana lagi sekarang?
     Salah satu dari mereka merngajaku untuk main kerumahnya, lalu aku d seret ke basemen rumahnya lalu akui dicukuri sampai habis, kata mereka sekarang kamu funk sekali, kemudian aku nekad menemui mereka setelah pulang sekolah.
   beberapa teman baruku sering membawa majalah skateboard, dan menunjukan skateboard miliknya, ketika melihatnya darahku serasa menggelegak, aku terobsesi. aku ingin memiliki skateboard dan majalah-majalah itu, lau aku sering pin jam majalah-majalah pada teman-temanku, hingga aku datang kepada teman adik ku yang memiliki majalah yang banyak, tami anak ini sangat pelit, bayangkan saja aku tidak boleh menyentuhnya, jadi aku hanya bisa merlihat halaman  demi halaman yang dibukanya, saat itu aku melihat sebuah artikel dan gambar tentang orang yang merhasil memlewatri seboah mobil.
   Dan aku berpikir akupun pasti bisa melakukan iutu bahkan aku bisa lebih hebat dari mereka, dia meragukan perkataanku, dia pun mengampil skateboard dan menantang ku, aku pun menerima tantangannya,

kemudian ku mencoba melompati mobil kakenya, dan naas aku terjatu dan terjatuh lagi, tapi aku tidak putus asa sebelum aku bisa melewatinya, sampai akhirnya aku berhasil melompati mobil itu dan mendarat dengat mulus, dia pun bersorak, "ye, kamu berhasil",

Akun pun tidak terlaluy p[ercaya dengan apa yang telag aku lakukan, aku pun terus melakukan dan melakukannya, hingga kau bergabung dengan skater , tetapi aku belum punya skateboard, aku meminjamnya dan memohon untru diberi pinjaman, aku diperlakukan mereka seperti anjing, tapi berhubung dengan ingin meminjamnya aku hanya diam saja.

    lalu aku mencari akal untuk memiliki sakterboard sendiri, akhirnya aku merengek pada ibu ku, aku berjanji bila ibu membelikannya itu hadiah natalku bahkan yang terakhir bagiku, Aku memesan sebuah skateboard, dan aku terkejut ketika barangnya datang ibuku langsung mengambilnya dari tangnku, seraya mengucapkan, kamu akan mendapatkannya dihari natal nanti.
   Setelah sekian lama menunggu, akhirnya natalpun tiba, aku mendapatkan skateboard yang ku inginkan,
aku kemana-mana memakainya, dan terus berlatih, aku melakukan gerakan half pipe, tapi akuy benar-benar kecewa dengan kjemampuanku ini, bahkan aku sering disebut simanusia ayam, tetapi aku tak peduli, karena aku ingin mencapai cita-citaku
   Setelah berkenalan dengan benda ini aku m,erasa jalan menujun kedewasaan ku sangatlah mudah, akupun menjadi terkenal karena skateboard, sekarang sebagai profesional, aku sering berkeliling dunia untuk memperlihatkan pertunjukan skate ku,aku sangat senang dengan keadaan seperti ini.
akhirnmya aku berhasil menembus tembok yang selama ini menguruk kehidupanku ini


Semua yang kita coba
Semua yang kita lakukan 
adalah perjuangan meraih apa yang 
kita inginkan
Jangan pernah menyerah
sebelum
semuanya tercapai

Selasa, 18 Oktober 2011

menjadi elang lebih baik dari pada menjadi bebek

Suatu ketika, Harvey Mackay  sedang menunggu antrian taksi di sebuah bandara. Kemudian, sebuah taksi mengkilap muncul dan mendekatinya.
Sang supir taksi pun keluar dengan berpakaian rapi, dan segera membukakan pintu penumpang.
Sang supir kemudian memberi Harvey sebuah kartu dan berkata,
"Nama saya Wally. Sementara saya memasukkan barang bawaan ke bagasi, silakan membaca pernyataan misi saya. “
Harvey kemudian membaca kartu tersebut, yang tertulis “Misi Wally: Mengatar pelanggan ke tempat tujuan dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat.”

Harvey sangatlah terkejut, terutama setelah ia melihat bagian dalam taksi yang sangat bersih.
Di belakang kemudi, Wally berkata
“Apakah Anda ingin kopi? Saya punya yang biasa dan tanpa kafein.”
Harvey pun berkata “Tidak, saya ingin minuman ringan saja.” dan ternyata, Wally menjawab,
“Tak masalah, saya punya pendingin dengan Coke biasa dan Diet Coke, air, serta jus jeruk.”
Dengan terkagum-kagum, Harvey berkata “Saya mau Diet Coke saja.”
Setelah memberikan Diet Coke, Wally pun kembali menawarkan
“Jika Anda ingin membaca, saya punya The Wall Street Journal, Time, Sports Illustrated dan USA Today."
Ketika taksi mulai berjalan, Wally kembali menawarkan radio mana yang ingin didengar oleh Harvey.
Tapi ternyata masih ada lagi; Wally menanyakan apakah AC nya sudah pas dengan pelanggannya tersebut. Selama perjalanan, Harvey pun penasaran.
“Apakah kau selalu melayani pelanggan seperti ini, Wally?” Tanya Harvey.
Wally kelihatan tersenyum dari kaca taksinya.
“Tidak selalu, malah baru di dua tahun terakhir. Di tahun pertama, saya banyak mengeluh seperti kebanyakan supir taksi. Kemudian saya mendengar Wayne Dyer di radio yang mengatakan bahwa ia baru saja menulis buku berjudul ‘You’ll See It When You Believe It’.
Ia mengatakan bahwa jika Anda bangun dan mengharap hal buruk terjadi, maka itu hampir pasti terjadi. Ia berkata, ‘Berhenti mengeluh! Berbedalah dari pesaing Anda. Jangan menjadi bebek. Jadilah elang. Bebek menguik dan mengeluh. Elang membumbung tinggi di angkasa.’

Hal ini menohok saya. Ia sedang membicarakan saya, jadi saya mengubah sikap dan memilih untuk menjadi elang. Saya melihat supir taksi lain, dan saya melihat bahwa mobil mereka kotor, mereka tidak ramah, dan pelanggan mereka tidak senang. Jadi saya memutuskan untuk membuat perubahan sedikit demi sedikit. Ketika pelanggan suka, saya meningkatkannya.”

“Pasti kau sudah merasakan manfaatnya”, kata Harvey. ‘
"Tentu saja," Jawab Wally. "Di tahun pertama saya sebagai elang, penghasilan saya naik dua kali lipat. Tahun ini mungkin menjadi empat kali lipat. Anda beruntung bisa mendapatkan saya hari ini. Saya tak menunggu di pangkalan lagi. Pelanggan saya menelpon saya atau meninggalkan pesan di mesin penjawab. Jika saya tak bisa menjemput mereka sendiri, saya meminta bantuan teman saya.”
Cerita Wally memang sangat inspiratif. Ia memberi layanan sebuah limo dari sebuah taksi, melipatgandakan penghasilan, karena ia memilih untuk menjadi elang dan bukannya bebek yang mengeluh.