link href=' ' rel='shortcut icon'/> kumpulan cerita motivasi: 2011
Motivasi adalah faktor pendukung dari keberhasilan sebuah cita-citamu, kita dapat memetik hikmah dari apa yang telah kita baca dari sebuah perjalanan masa lalu,

Senin, 24 Oktober 2011

Breaks through a wall

Aku besar dikota kecil di New Jersey. Tempat ku sangat membosankan dan terasa bagai penjara. kehidupan keluargaku adalah, ayah bekerja, ibu pun bekerja, dan anak-anak bersekolah. orang tuaku tidak memiliki uang untuk membeli benda-benda yang kuinginkan, dan kami tidak memiliki waktu untuk berkumpul bersama, kecuali waktu makan. satu-0satunya kegiaatan yank tidak membutuhkan biaya dan waktu tambahan.
    Sepanjang waktu aku selalu bosan dan frustasi demgam keadaan ini, rasanya apa yang kuinginkan selalu membentur tembok, aku hanya bisa terkurung dalam keadaan ini tidak ada yang bisa menolong ku.
    Lalu aku masuk sekolah menengah, bertemu anak-anak memakai obat, dan para pecandu alkohol. karena aku tidak tertarik dengan benda-benda seperti itu aku jadi tersisihkan oleh mereka, aku benar-benar kesepian, rasanya aku bosan didunia ini, aku benci dunia ini
    Aku mulai menjelajahi jalanan, membuat kekacauan, aku berkelahi dengan orang yang lebih dewasa, dengan preman-preman. Aku menjadi terkenal dengan kegilaan ku ini. aku menerima semua tantangan. Jika seseorang berkata kepada ku, "Benturkan kepalamu kebatu in ini mka akan ku byar lima dolar", akupun akan melakukannya.
    Mungkin, jika aku terus berkelakuan seperti ini mungkin hidupku kan berakhir dipenjara. tetapi sesuatu merubah jalan hidupku, aku tiba-tiba tertarik dengagaya musik funk rock, aku pun bergaya seperti mereka, ketika aku beranghkat sekolah, anak-anak funk sungguhan bencegatku
"Hei, Kamu anak funk yach ?"
"ya, aku anak funk"
"oh ya ? band apa yuang kamu suka?"
aku tidak tahu band funk
"kamu suka band mana?" aku tidak tahu perbedaan band ini/itu, hingga mataku melihat logo-logo di t-shirt mereka,
"dead kennedys"
kupikir aku tlah berhasil mengelabui mereka, Namun mereka tidak sebodoh yang kukira,
"jangan lihat kaos kami tolol, kamu tidak tahu apa-apa tentang funk kan ?"
mati kutu, mau bagai mana lagi sekarang?
     Salah satu dari mereka merngajaku untuk main kerumahnya, lalu aku d seret ke basemen rumahnya lalu akui dicukuri sampai habis, kata mereka sekarang kamu funk sekali, kemudian aku nekad menemui mereka setelah pulang sekolah.
   beberapa teman baruku sering membawa majalah skateboard, dan menunjukan skateboard miliknya, ketika melihatnya darahku serasa menggelegak, aku terobsesi. aku ingin memiliki skateboard dan majalah-majalah itu, lau aku sering pin jam majalah-majalah pada teman-temanku, hingga aku datang kepada teman adik ku yang memiliki majalah yang banyak, tami anak ini sangat pelit, bayangkan saja aku tidak boleh menyentuhnya, jadi aku hanya bisa merlihat halaman  demi halaman yang dibukanya, saat itu aku melihat sebuah artikel dan gambar tentang orang yang merhasil memlewatri seboah mobil.
   Dan aku berpikir akupun pasti bisa melakukan iutu bahkan aku bisa lebih hebat dari mereka, dia meragukan perkataanku, dia pun mengampil skateboard dan menantang ku, aku pun menerima tantangannya,

kemudian ku mencoba melompati mobil kakenya, dan naas aku terjatu dan terjatuh lagi, tapi aku tidak putus asa sebelum aku bisa melewatinya, sampai akhirnya aku berhasil melompati mobil itu dan mendarat dengat mulus, dia pun bersorak, "ye, kamu berhasil",

Akun pun tidak terlaluy p[ercaya dengan apa yang telag aku lakukan, aku pun terus melakukan dan melakukannya, hingga kau bergabung dengan skater , tetapi aku belum punya skateboard, aku meminjamnya dan memohon untru diberi pinjaman, aku diperlakukan mereka seperti anjing, tapi berhubung dengan ingin meminjamnya aku hanya diam saja.

    lalu aku mencari akal untuk memiliki sakterboard sendiri, akhirnya aku merengek pada ibu ku, aku berjanji bila ibu membelikannya itu hadiah natalku bahkan yang terakhir bagiku, Aku memesan sebuah skateboard, dan aku terkejut ketika barangnya datang ibuku langsung mengambilnya dari tangnku, seraya mengucapkan, kamu akan mendapatkannya dihari natal nanti.
   Setelah sekian lama menunggu, akhirnya natalpun tiba, aku mendapatkan skateboard yang ku inginkan,
aku kemana-mana memakainya, dan terus berlatih, aku melakukan gerakan half pipe, tapi akuy benar-benar kecewa dengan kjemampuanku ini, bahkan aku sering disebut simanusia ayam, tetapi aku tak peduli, karena aku ingin mencapai cita-citaku
   Setelah berkenalan dengan benda ini aku m,erasa jalan menujun kedewasaan ku sangatlah mudah, akupun menjadi terkenal karena skateboard, sekarang sebagai profesional, aku sering berkeliling dunia untuk memperlihatkan pertunjukan skate ku,aku sangat senang dengan keadaan seperti ini.
akhirnmya aku berhasil menembus tembok yang selama ini menguruk kehidupanku ini


Semua yang kita coba
Semua yang kita lakukan 
adalah perjuangan meraih apa yang 
kita inginkan
Jangan pernah menyerah
sebelum
semuanya tercapai

Selasa, 18 Oktober 2011

menjadi elang lebih baik dari pada menjadi bebek

Suatu ketika, Harvey Mackay  sedang menunggu antrian taksi di sebuah bandara. Kemudian, sebuah taksi mengkilap muncul dan mendekatinya.
Sang supir taksi pun keluar dengan berpakaian rapi, dan segera membukakan pintu penumpang.
Sang supir kemudian memberi Harvey sebuah kartu dan berkata,
"Nama saya Wally. Sementara saya memasukkan barang bawaan ke bagasi, silakan membaca pernyataan misi saya. “
Harvey kemudian membaca kartu tersebut, yang tertulis “Misi Wally: Mengatar pelanggan ke tempat tujuan dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat.”

Harvey sangatlah terkejut, terutama setelah ia melihat bagian dalam taksi yang sangat bersih.
Di belakang kemudi, Wally berkata
“Apakah Anda ingin kopi? Saya punya yang biasa dan tanpa kafein.”
Harvey pun berkata “Tidak, saya ingin minuman ringan saja.” dan ternyata, Wally menjawab,
“Tak masalah, saya punya pendingin dengan Coke biasa dan Diet Coke, air, serta jus jeruk.”
Dengan terkagum-kagum, Harvey berkata “Saya mau Diet Coke saja.”
Setelah memberikan Diet Coke, Wally pun kembali menawarkan
“Jika Anda ingin membaca, saya punya The Wall Street Journal, Time, Sports Illustrated dan USA Today."
Ketika taksi mulai berjalan, Wally kembali menawarkan radio mana yang ingin didengar oleh Harvey.
Tapi ternyata masih ada lagi; Wally menanyakan apakah AC nya sudah pas dengan pelanggannya tersebut. Selama perjalanan, Harvey pun penasaran.
“Apakah kau selalu melayani pelanggan seperti ini, Wally?” Tanya Harvey.
Wally kelihatan tersenyum dari kaca taksinya.
“Tidak selalu, malah baru di dua tahun terakhir. Di tahun pertama, saya banyak mengeluh seperti kebanyakan supir taksi. Kemudian saya mendengar Wayne Dyer di radio yang mengatakan bahwa ia baru saja menulis buku berjudul ‘You’ll See It When You Believe It’.
Ia mengatakan bahwa jika Anda bangun dan mengharap hal buruk terjadi, maka itu hampir pasti terjadi. Ia berkata, ‘Berhenti mengeluh! Berbedalah dari pesaing Anda. Jangan menjadi bebek. Jadilah elang. Bebek menguik dan mengeluh. Elang membumbung tinggi di angkasa.’

Hal ini menohok saya. Ia sedang membicarakan saya, jadi saya mengubah sikap dan memilih untuk menjadi elang. Saya melihat supir taksi lain, dan saya melihat bahwa mobil mereka kotor, mereka tidak ramah, dan pelanggan mereka tidak senang. Jadi saya memutuskan untuk membuat perubahan sedikit demi sedikit. Ketika pelanggan suka, saya meningkatkannya.”

“Pasti kau sudah merasakan manfaatnya”, kata Harvey. ‘
"Tentu saja," Jawab Wally. "Di tahun pertama saya sebagai elang, penghasilan saya naik dua kali lipat. Tahun ini mungkin menjadi empat kali lipat. Anda beruntung bisa mendapatkan saya hari ini. Saya tak menunggu di pangkalan lagi. Pelanggan saya menelpon saya atau meninggalkan pesan di mesin penjawab. Jika saya tak bisa menjemput mereka sendiri, saya meminta bantuan teman saya.”
Cerita Wally memang sangat inspiratif. Ia memberi layanan sebuah limo dari sebuah taksi, melipatgandakan penghasilan, karena ia memilih untuk menjadi elang dan bukannya bebek yang mengeluh.

Rabu, 12 Oktober 2011

FALSE ADDRESS ( ALAMAT PALSU )

       Alamat palsu, ini merupaka kata yang sangat melekat dengan diri ayu ting-ting, setelah berjuang betahun-tahun dari panggung kepanggung akhirnya ia telah memetik hasil yang cukup memuasakan, alamat palsu bukan lah salah alamat yang sering kita temukan, tetapi alamat palsu merupakan lagu yang kini dipopulerkan oleh ayu, dan tak disangka alamat palsu meledak d belantika musik indonesia, namanya kini terdengar dimana-mana.
Siapa sekarang yang gak kenal dengan Ayu Ting Ting? Pendatang baru di blantika musik dangdut dengan raut wajah ayu dan imut-imut. Suaranyapun merdu dan selalu di perdengarkan hampir di setiap penggalan iklan melalui iklan ring back tone.
Tidak hanya itu, lagu andalannya Alamat Palsu pun selalu diputar di berbagai radio di seluruh pelosok Nusantara. Karena hal tersebut, hampir semua orang dari berbagai kalangan hapal aka lagu tersebut.
Kesuksesanpun diraih oleh Ayu Ting Ting si Pedangdut Imut-Imut. Nama dan wajahynya menghiasai berbagai media cetak dan elektronik baik Nasional maupun daerah.
Pundi-pundi rupiahpun mengalir deras ke kantong miliknya. Namun kesuksesan tersebut tidak ia nikmati sendiri. Seluruh keluarga dan kerabat dekat ikut menikmati buah kesuksesan Ayu Ting Ting.
Namu tahukah anda, bahwa kesuksesan Ayu Ting Ting tidak datang tiba-tiba. Semua melalui proses panjang yang mungkin melelahkan. Lagu Alamat Palsu yang menjadi andalannyapun sebenarnya sudah beredar sejak tahun 2007, tapi kesuksesan dengan lagu tersebut baru bisa direguk pada tahun 2011. 4 tahun menunggu.
Ada satu pembelajaran yang bisa kita petik dari perjalanan sukses Ayu Ting Ting. Ternyata dia memiliki motivasi dan tips tesendiri dalam memacu dirinya untuk menjadi sukses seperti sekarang ini. Inilah kalimat motivasi yang menjadikan Ayu Ting Ting sukses seperti sekarang ini.

I must succeed
because success is my right
Being successful is happy
happy is easy if I am successful
spirit
  dealing with bismillah


Itulah kalimat yang selalu mengiringi perjalanan karirnya yang sekaligus menjadi sebagian tips sukses Ayu Ting Ting. Kalimat-kalimat tersebut ia tulis sendiri dengn bebagai warna kemudian ditempel pada dinding kamarnya.
Tulisan tersebut benar-benar memberikan spirit bagi orang yang menginginkan sukses dalam bidang apapun.
Setiap orang meamng harus dan berhak untuk sukses. Bisa menjadi sukses merupakan suatu kebanggaan dan kebahagiaan. Tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi orang-orang terdekat kita. Kebahagiaan akan sangat mudah didapat dan dirasakan kalau seseorang sudah menjadi sukses. Dan kata spirit yang paling memotivasi adalah kata Semangat Hadapi Dengan Bismillah. Ini mencerminkan seorang Ayu Ting Ting yang menyertakan Alloh dalam setiap langkahnya menuju puncak kesuksesan.
Lalu bagaimana kalau kalimat-kalimat tersebut ditempel di dinding kamar saya, anda atau kita? Bisakah kita menjadi sukses seperti suksesnya Ayu Ting Ting? PASTI BISA.
Untuk menjadi sukses butuh kemauan keras dan usaha terus menerus diserta sabar dan tawakal.
Kalau mental kita, mental pemalas, yang hanya menunggu keajaiban datang. Kata motivasi sebanyak apapun yang ditempel pada dinding kita, tidak akan memberikan pengaruh yang berarti.
Jadi, benahi dari dalam diri kita sendiri. Setting mindset kita untuk mengarah menuju sukses. Semga kita bisa mengambil pembelajaran. Karena ilmu yang paling berharga dan mudah dicerna adalah ilmu yang dipelajari dari proses kehidupan.

Minggu, 09 Oktober 2011

NOTHING IS IMPOSSIBLE

waktu kecil, aku selalu kalah bila berlomba lari dengan teman-temanku. aku tidak pernah dapat berlari cepat. aku juga tidak dapat bermain bola basket karena aku tidak dapat melompat dengan baik. sulit rasanya sendi-sendi pergelangan kaki ku tidak dapat bergerak, maka aku selalu pilihan terakhir dalam tim olah raga. aku sangat frustasi dan kesal dengan kaki palsuku tapi, aku berhasil mengatasinya berkatbsepasang rollerblade pertamaku.
  Aku dulahirkan dengan kondisi yang membuatku mengenakan kaki palsu, aku mendapat kaki palsu pertamaku saat aku berumur 8 tahun, belum lagi jari-jari ditangan kiriku saling menempel. aku harus oprasi untuk memisahkan jari-jari tanganku, dan hasilnya, aku hanya memiliki delapan jari tangan, tetapi jangan berpikir seseorang yang yang tidak memiliki kaki normal dan hanya memiliki tiga jari disalah satu tangannya harus sekolah disekolah luarbiasa itu tidak terjadi kepadaku.
   Pada awalnya, memang sulit bermain skate aku berulang kali jatuh. tapi aku menyukai saat sedang bermain skate aku merasa dapat bergerak secepat anak-anak lari, jadi aku tetap berlatih dan belajar untuk bangkit, segera aku berhasil menguasai  dan bergerak lebih cepat, lalu ketika teman-temanku sedang berlomba lari, aku mengenakan sepasang rollerblade ku dan meluncur mendahului mereja, menang atau jalah sejarang dapat mengimbangi kecepatan mereka.
  karena skate sudah menjadi kegemaranku, aku mendaftarkan diri ke tim hoki roller lokal dan kemudian ke tim hoki es. aku bermaiun hoki selama satu tahun.
  setelah sekiaan lama bergabung aku pikir aku hanya akan ber skate menuju gawang dan menembakan bola hoki, tetapi tidak semudah itu kubayangkan. aku tidak dapat membuat satu gol punsepanjang musim itu.
  maka aku berlatih lebih keras dijea wajtu antar musim itudan tahun berikutnya aku mendaftarkan diri lagi, saat percobaan aku masuk ke dalam kelas umur lebih tua, sekarang masalahnya, anak-anak yang lebih tua bertubuh besar dan mereka membuatku kewalahan. mereka fengan mudah merebut bola dariku, sejak awal pemainan, aku tak dapat berbuat apa-apa, aku jadi berpikir, bukankah kami satu tim ? kejadiaan itu membuatku menyerah, dan tidaak datang lagi dipertandingan berikutnya,tetapi orang tua dan adiku menyemangatiku.
  dihari berikutnya dimenit-menit terakhir tim kami mengalami kekalahan. skor 5-4 untuk tim lawan.aku sedang bermain diposisi sayap kanan, akhirnya ada yang mengoper bola kepadaku, dan aku  harus menembaknya ke gawang, waktu terasa berjalan lambat bagiku, aku melihat bola itu maju terus kegawang, hingga aku mendengar suara alarm tanda gol berbunyi, gol ku membuat angka kami berimbang, saat anggota tim mendatangiku dengan penuh kebahagiaan, aku menyadari bahwa aju dapat bermain dengan baik dicabang ini, dan gol itu beawal dari gol-gol lainya.
  sekarang diumur tiga belas tahun aku telah bermain di tiga pertandingan all-star hoki es dan hoki roller. aku bermain dengan orang normal biasaa, aku tidak ingat berapa gol yang aku cetak, aku juga bermain di American Amputee Hockey Assosiation, kami bermain diseluruh negri, dan coba pikir aku begini karena sebuah gol, dan seseorang yang membuatkanku kaki palsu yang bernama eric.
  sebelumnya kaki plsuku tidak memiliki pergelangan yang lentur, tetapi eric memikirkan supaya pergelangan kaki palsuku lentur, dan akhirnya erik berhasil dan aku pun sangat senang karna nyaman sekali menggunakannya.
  mungkin orang-orang tidak tahu ketika aku mengenakan pakaian holi, tetapi setelah  pertandingan berakhir, aku beranikan menyopot kaki palsu ku, dan penonton hnya bisa terdiam membisu melihat keadaanku, tak lama kemudian gemuruh tepuk tangan menghiasi lapangan hoki, semua orang turun dan menyalamiku,, aku seakan menjadi bintang,



When you put all your heart to pursue dreams, no request is too much
  

Sabtu, 08 Oktober 2011

locks of love

sepupuku patricia lebih mirip seperti ibuku, kakakku, sekaligus sahabat terbaikku. Ketika aku lahir, Ibuku tinggak bersama dengan bibi dan anak-anaknya, Patricia dan Elisabeth. saat aku masih bayiberumur satu tahun, Patricia yang umurnya sembilan tahun lebih tua dari ku selalu mengurusku. Setelah kami pindah kekota tempat kami tinggal sekarang particia sering datang berkunjung dan menginap dirumah kami, keluarga kami sangat dekat hingga kami sering bertemu satu sma lainnya.
  Saat aku berumur 3 tahun ia dan kakaknya diketahui menderita kangker usus untung saja kanker itu dapat diangkat dan mereka pun baik-baik saka.
  beberapa tahun kemudian, saat aku berumur 6 tahun patricia mulai sering mengeluh sakit kepala, ia memberi tahu pada ibunya, dan merekapun pergi kedokter, lalu dongter mengatakan mungkin ia terserang kangker. Dokter melakukan tes, dan beberapa hari kemudian  hasil tes memastikan bahwa ia terserang kangker. mereka tidak tahu seberapa parahnya penyakit itu, tetapi penyakit itu tumbuh begitu cepat. Ia menjalani terapi radiasi, dan dalam beberapa bulan, rambutnya mulai rontok tak tersisa satu helaipun, aku merasa kasihan terhadapnya, aku tidak tahu harus berbuat apa untuk menolongnya.Saat aku duduk dikelas empat, Ia telah menjalani sekitar enam kali bedah otak. Dokter memberinya steroid untuk memperpanjang umurnya, tapi tak memperlihatkan kemajuan yang berarti. 
  ditahun berikutnya saat ia berumur sembilan belas tahun dan aku beumur sepuluh tahun ia meninggal dunia di tempat tidurnya sambil memeluk boneka kesanyangannya.
   Aku sangat terpukul atsa kepergianya. mengapa seseorang yang sangat baik, penuh kehangatan, cinta, dan perhatian harus meninggalkan ku selamanya ?. seandainya aku dapat melakukan sesuatu yang dapat mencagah terjadinya ini, pasti akan aku lakukan.
  sekitar satu sengah tahun setelah kematianya, aku mendengar tentang sebuah organisasi yang dinamakan Locks of Love. Organisasi ini membuat rambut-rambut palsu bagi penderita kangker yang sedang menjalani terapi, bibiku menceritakan Patricia juga mempunyai rambut palsu yang sering ia kenakan ia mendapatknanya dari locks of love.
  aku sangat menyukai apa yang mereka lakukan untuk orang-orang seperti Patricia, jadi aku memutuskan menyumbangkan sebagian rambutku kepada mereka, aku merawat rambutku agar cepat panjang, dan setelah beberapa  bulan aku mendatangi organisasi itu dan aku minta dipotong sebagian rambutku dan aku ingin menyumbangkan rambutku itu demi orang-orang seprti patricia sepupuku itu.
  Walau aku tak dapat berbuat apa-apa saat ia sakit, sekarang merasa lega karena dapat membantu orang-orang yang menderita seperti patricia. Aku kugaga merasa senang mengetahui bahwa sepupuku yang kuanggap seprti kakakku akan merasa bangga atas apa yang aku lakukan ini. walau pun takb seberapa yang dapat aku sumbangkan, tapi setidaknya dengan itu kita dapat membantu orang-orang yang selalu ada disekeliling kita.



Bila kita telah menemukan sesuatu yang tepat
untuk dilakukan, pegang baik-baik kesempatan itu,
karna itu adalah kunci menuju kebadagiaan,
hidup adalah keteguhan tekad, bukan apa yang diberikan
oleh kehidupan, tetapi apa yang dapat kita berikan
untuk kehidupan,
bukan apa kesulitan kita, tetapi bagaimana mengatasi
kesulitan kita,
bukan mengapa masalah ini terjadi kepada kita, tetapi
pelajaran apa yang telah kita dapatkan dari masalah ini
 

Selasa, 04 Oktober 2011

Karangan mustahil

Aku adalah anak dari seorang penjaga peliharaan, aku sekolah dikalangan anak-anak daeri orang-orang penting,  yach sekolahku lumayan elit dan aku sekarang duduk di klas 5 SD. Ayahku seorang penjaga kuda dikeluarga yang kaya, setiap hari beliau hanya mengurusi kuda-kuda yang amat mahal-mahal, kadang kala aku juga suka membantiu beliau dikala sedang libur sekolah, hah ternyata pekerjaan itu tidak mudah bagiku, teramat melelahkn sekali.
Pada suatu saat di sekolah bu guru ku memnugaskan para muridnya untuk membuat karanagann tentang cita-citanya, banyak anak-anak yang ingin menjadi presiden, dokter, pengusaha, pilot, dll..
tetapi aku teringat dengan pekerjan ayahku yang sangat melelahkan, aku tidak ingin ayah bekerja seperti itu lagi, akhirnya aku menulis cita-cita ku untuk menjadi pemilik peternakan kuda, disana aku menuliskan bahwa aku ingin membuat lapangan sebesar 200 hektar, memiliki kuda sebnyak 3000 kuda, dan memiliki pekerja sebanyak 1000 orang, aku tidak ngin ayah ku bekerja seperti itu lagi. setelah semuanya selesai tugaspun kami kumpulkan, banyak siswa yang nilainya sempurna tetapi hanya aku yang nilainya 4, dan bu guru pun berkata perbaiki karangan mu nanti ibu kasih kamu nilai bagus, lalu aku bertanya, emangnya kenapa dengan karangan ku bu ? bu guru menjawab " karangan mu terlalu mustahil untuk menjadi kenyataan", karangan ku pun aku ambil kembali, dan ku perhatikan karangan ku itu dikamar sambil bertanya-tanya kenapa ibu guru bilang terlalau mustahil ?, keesokan harinya aku kumpulkan lagi karangan ku ini tanpa meruah satu huruppun dengan angka 4 jelas di sebelah kanan atas, lalu bu guru pun bertanya "mengapa tugas mu tidak dibetulkan" ini betulkan lagi !. akupun membawanya lagi,, aku reenungi, aku cermati karangankku ini, dan keesokannya akukumpulkan lagi tugas ku, tanpa merubahnya lagi, dan bu guru bpun bertanya knapa masih belum dibetulkan, dan aku pun menjawab," inilah cita-cita ku bu, walaupun ibu kasih nilai nolsekalipun cita-citaku takan pernah kuubah,,,


20 tahun kemudian aku menjadi seorang yang sukses aku memilki 3000 kuda, meiliki 200 hektar lapangan, dan aku juga memiliki pekerja 1000 orang, dan karangan waktu klas 5 SD pun aku pajangkan di dinding dengan nilai 4 terlihat jelas di karangan itu.
tak lama kemudian ada sekolah lama ku yang berkunjung kepeternakanku, dan buguru yang penyuruhku membikin karangan pun masih tetap mengajar di sekolah itu, aku pun tunjukan karanganku yang telah dianggap mustahil untuk mewujudkannya, dan aku juga bilang terima kasih bu, karena kritikan ibu aku bisa sukses seperti ini, buguru pun hanya bisa menangis senang melihat ku sukses,, itulah kisahku yang berawal dari karangan yang hanya memiliki nila 4, jnaganlah pernah menganggap masalah kecil menjadi masalah yang besar...

Minggu, 02 Oktober 2011

RANTAI

Ketikaku bercermin, aku bertanya untuk apa aku hidup didunia ini, apa yang telah aku berikan buat dunia ini, apakah aku berguna ??
 kurenungi hidup ini dengan penuh penasaran "apa yang bisa saya lakukan untuk dunia ini ? ",, ketika kuberjalan kumelihat seseorang yang mengendarai sepeda motor sedang membetulkan rantai motornya yang putus. Aku baru sadar bahwa dibumi ini tiada hal yang tidak berguna. Dari sanalah aku  memiliki pikiran bahwa hidupku harus seperti rantai, yang mana sangat diperlukan oleh orang lain, meskipun keadaanku dibwah derajat mereka, dan aku ingin kehadiranku sangat dibutuhkan, karena jika tidak ada aku tidak akan bejalan suatu proses kehidupan, sama halnya dengan rantai motor pabila satu mata rantai putus maka motorpun tidak akan bisa maju. jadi mari kita bangun kehidupan baru.

Jumat, 30 September 2011

THE IDEA

 Ketika kita duduk dikelas lima, kita merasa telah mengetahuidan terlibat dengan dunia ini. Dunia bagi kita adalah teman, permainan, atau semua hal yang menarik perhatian kita.
 Lalu guru kelas limaku berpikir kami harus lebih mengetahui keadaan diluardunia kami. Maka setiap minggu, kami membaca artikel-artikel dari koran tentang segala yang terjadi diseluruh dunia. Kebanyakan artikel memang menarik, tapi tidak berarti apa-apa bagi ku, sampai akhirnya aku membaca berita tentang afghanistan dimana pemerintahan Taliban tidak memperbolehkan anak perempuan sekolah. Ketika taliban kehilangan kekuasaan, anak-anak perempuan itu dapat bersekolah seperti anak laki-laki. Tapi tetap saja mereka tidak boleh berada dalam seklah yang sama, sehingga pemerintah baru memisahkan sarana sekola untuk anak perempuan.
  Karena negri itu masih dilanda peperangan dan keadaan disanan sangat buruk, mereka terlalu miskin untuk membuat sarana sekolah baru. Aku tidak habis pikir, bagaimana anak-anak perempuan itu akan sekolah jika pensil, kertas, buku, dan bangku-bangkupun mereka tidak punya. Tahun ini juga sekolah kami mendapat kiriman bangku-bangku baru. Bangku-bangku lama dikeluarkan dan dikumpulkan digudang. Dengan alasan mungkin sekolah membutuhknnya lagi. Tapi bisanya tiddak terpakai. Kupikir itu sayang sekali. Dari sanalah aku mendapatkan gagasan"mengapa aku tidak kirimkan saja bangku-bangku itu ke Afghanistan, toh sekolah juga tidak membutuhkannya lagi"
  Ketika ku ceritakan gagasan ku kepada Guruku, beliau tidak yakin gagasanku dapat terlaksana. Bangku-bangku itu sangat berat dan akan membutuhkan biaya yang sangat besar untuk mengirimkanya.
  Lalu aku menceritakan pada ibu tiri ku tentang gagasanku ini, beliau suka dengan gagasanku itu. Memang butuh usaha keras untuk mengirimkan bangku-bangku itu melewati separu dunia tapi ia percaya dengan bantuan orang-orang gagasan itu bisa terlaksana.
  Kami mulai mengirim e-mail ke organisasi-organisasi kemanusiaan seperti UNICEF yang bergerak dalam bidang hak asasi anak-anak. Kami tahu UNICEF telah berusaha agar seluruh anak perempuan didunia mengenyam pendidikan. Kami berharap mereka dapat membantu kami. Teman ibu tiri dan beberapa orang yang bekerja bersamanya membantu kami mengirimkan e-mail ke perusahaan-perusahaan jasa pengangkutan dan pengapalan seperti UPS (United Parcel Service). Berharap mereka bersedia mengirimkan bangku-bangku itu ke Afghanistan, bahkan kakak ku turut mendukung dan membuat T-shirt untuk proyek tersebut. aku menamakan proyek ini THE IDEA.
  Sebentar saja kami sudah mendapat balasan e-mail dari UNICEF. Mereka menyukai rencanaku, tapi untuk saat ini masih sangat sulit untuk memasukan barang ke Afghanistan karena perang masih berkecamuk. Tapu mereka bilang akan mencobanya.
  kami juga dihubungi oleh reporter New York Times yang sedang meliput peperangan di Afghanistan. Dia mengirim e-mail, menceritakan keadaan didaerah tujuan bangku-bangku itu. Situasi masih sangat buruk disana, berita ini membuatku sedih. Anak-anak disana pasti selau meraa ketakuatan.
  Setelah yakin UNICEF dan berbagai pihakakan mencoba membantu kami mengirimkan bangku-bangkuitu, kami mendatangi kepala sekolahku dan menanyakan apakah bangku-bajgku tersebut dapat disumbangkan demi proyek ini ia menjawab akan saya coba, lalu keesokan harinya ia menjawan YA.
  Sebuah jasa pengiriman telah setuju meminjamkan peti kemasannya untuk mengapalkan bangku-bangki itu.
Lalu UPS juga setuu meminjamkan sebuah truk untuk mengangkug bangku-bangku itu dari sekolah ke pelabuhan. Maka aku, ibu tiriku dan temanya, serta teman-teman sekolah ku datang membantu menaikan bamgku ke truk, agak sulit memasukan semua bangku itu ke dlam truk, tapi akhirnya bisa juga, bagian yang paling m3nyenangkan adalah ikut kedalam truk mengantarkan bangku-bangku itu kepelabuhan.
  Lalu kami diberitahukan bahwa bangku itu akan ada didalam peti dalam beberapa minggu akrena UNICEF belum dapat memasuki daerah Aghanistan karena masih dalam situasi perang.
  sementara kami menunggu berita dari UNICEF kami diberitahukan bahwa digudang perguruan tinggi dekat sekolah ku banyak bangku yang tak terpakai, lalu kami menanyakan apakah bangku itu akan disumbangkan  ?, ternyata merekan setuju, dan kamipun memberitahukan ke UNICEF tentang kabr ini. Setelah itu kami mendengar bahwa di  Haiti dan Jamaika membutuhksn bsngku belajar. maka lima puluh bangku dikirim untuk mereka, aku sangat senang karna b isa membantu orang lain walau pun bukan anak-anak perempuan Afghanistan yang menarik simpatiku.
  Setelah pengiriman yang pertama, akhirnya kami mendapat berita dari UN ICEF bahwa seratus bauah bangku berhasil dikirimkan ke Afghanistan. Bertjuta rasa tak terlukisakan saan mendengar usaha kami telah berhasil. USaha yangs ebelumnya diragukan banyak orang.
  Tiba-tiba saja aku dibanjiri telepon dari organisasi-organisasi kemanusiaan yang ingin memberiku penghargaan atas apa yang aku lakukan untuk anak-anak afghanistan tersebut. Aku dinominasikan untuk menerima Clara Barton Red Cross Award dan dianugrahi Humanitarian Award dari Pop Warner Football League.
   President Amerika Serikat George Bush, mengirimkan Student Service Award bersama sebuah pin dan surat yang berisi perasaan bangga atas proyekku.
  Impianku yang sangat menjadi kenyatan memancing keinginanku yang lain. Suatu hari nanti aku berharap dapat pergi ke Afghanistan bertemu dngan anak-anak perempuan yang telah aku bantu. Aku menabung dulu sebanyak-banyaknya untuk melakukan itu. Tapi, sepertinya cukup pantas bila nanti aku dapat melihat senyuman diwajah mereka.


Mendapat sebuah gagasan rasanya sepetimenduduki sebuah paku.
yang dimana akan membuatmu bangun 
dan melakukan sesuatu